- Back to Home »
- Manusia Mendarat Di Titan
Posted by : Unknown
Minggu, 15 November 2015
Apa saja Kendala Mendaratkan Manusia di Titan?
Mendaratkan Manusia di suatu tempat di Tata Surya masih
menjadi salah satu cita-cita terbesar manusia. Tak menemukan 'apa-apa' dibulan,
kita kini sudah menggalang asa mengunjungi tempat yang lebih jauh dari Bulan.
Sudah lama kita membicarakan Kolonisasi Mars meskipun
kita tahu bahwa Permukaan mars sangat tidak bersahabat di 'pijaki' kaki
manusia. Orang mulai beralih ke bagian tatasurya yang lebih dalam yakni ke
deretan Jupiter dan Saturnus.
Meski Jupiter dan Satunus 99,9% tidak layak huni, ternyata Bulan-bulan
mereka memberikan secercah harapan bagi manusia. Beberapa bulan planet Jupiter
dan Saturnus diketahui memiliki samudra yang tersembunyi dibawa permukaanya
yang beku.
Hal ini setidaknya membuat ilmuan percaya bahwa dimana ada
Liquid Water atau Air, disitu pasti ada kehidupan (Mikroorganisme dll).
NASA : Bulan Jupiter, Ganymede,
Memiliki Lautan
Kenapa Ilmuan Berpikir bahwa Ada kehidupan di Europa ?
Kenapa Ilmuan Berpikir bahwa Ada kehidupan di Europa ?
Ilustrasi kedatangan manusia di permukaan Titan
Selain Bulan-bulan Jupiter, Bulan Saturnus yang menyita
perhatian adalah Titan. Study terbaru mengungkapkan bahwa Atmosfir di Titan
mungkin lebih mirip Bumi dari pada perkiraan sebelumnya.
Kendati demikian, Mendaratkan manusia di sana tentu secara
teknis sangat menantang dan sangat sulit.
Ada 3 Faktor utama yang menjadi kendala serius dalam misi
mendaratkan Manusia di Titan :
1. Suhu
Meski ditenggarai memiliki atmosfir dan siklus cuaca, namun suhu
disana amat dingin yakni -179 derajat Celcius (-290
derajat Fahrenheit) . Suhu se-Ekstrim ini tentu sukar dihadapai oleh
manusia dan juga bisa membekukan mesin.
2. Komposisi Atmosfir
Komposisi utama atmosfir Titan adalah Nitrogen dan Metana,
jangan berharap ada Oksigen yang cukup buat manusia Bernafas di Titan.
Dengan komposisi tersebut, susah bagi mahluk hidup di permukaan untuk
bertahan.
Perbandingan atmosfir BUmi vs Titan . Image : NASA
3. Jarak Tempuh
Lagi-lagi kita harus menundukan kepala jika berhadapan dengan
fakta bahwa kita belum punya cukup teknologi yang bisa mengantarkan kita
travelling lebih cepat di luar angkasa. Wahana Antariksa Cassini saja
memerlukan waktu 7 tahun untuk sampai ke lingkungan Saturnus.
Waktu sebegitu lama, tentu sulit dicapai oleh pesawat antariksa
berawak manusia yang memerlukan cukup Suplai Oksigen, Makanan dan Air. Ini
belum termasuk efek zero-gravitasi yang bisa membunuh manusia.
Kesimpulannya, mendaratkan Manusia di Titan dan tempat-tempat
lain di Tata Surya menyuguhkan tantangan besar yang belum bisa kita capai
dengan kemampuan dan teknologi kita sekarang. Mungkin suatu saat nanti kita
bisa melakukan itu, who knows..


