- Back to Home »
- Teleskop Tercanggih Dunia
Posted by : Unknown
Selasa, 17 November 2015
Teleskop Terbesar Sekaligus Termahal, Tertinggi dan Terkuat
Teleskop adalah alat optik yang biasa digunakan oleh manusia untuk melihat benda yang jaraknya sangat jauh. Karena kelebihannya inilah teleskop digunakan untuk tujuan pengamatan atau observasi terhadap benda-benda langit yang berada jauh diluar angkasa. Sejak pertama kali diciptakan hingga saat ini telah tercipta banyak teleskop-teleskop dengan berbagai ukuran, dari yang kecil hingga besar, dan berbagai jenis. Penemu teleskop pertama kali masih belum jelas, namun Galileo -lah yang diakui sebagai orang pertama yang menggunakan teleskop untuk tujuan astronomis. Tapi tahukan anda teleskop terbesar sekaligus termahal, tertinggi, dan terkuat didunia.
ALMA
( Array Atacama Large Milimeter )
ALMA adalah sebuah teleskop terbesar sekaligus termahal, tertinggi, dan terkuat didunia. Bahkan proyek pembuatan ALMA merupakan proyek astronomi terbesar sepanjang sejarah manusia. Dengan predikat teleskop tercanggih didunia maka tak heran misi dari teleskop ALMA adalah memecahkan misteri dari mana manusia berasal dan bagaimana proses penciptaan alam semesta. Termasuk asal-usul unsur terciptanya matahari, bintang, planet, dan manusia.
ALMA Dibangun
jauh di gurun Chile, di salah satu tempat terkering di Bumi, ALMA berada pada
ketinggian 16.400 kaki, kira-kira setengah tinggi jelajah pesawat jet jumbo.
Rangkaian teleskop ALMA, terdiri dari 66 antena raksasa yang mengumpulkan
gelombang radio samar dari angkasa luar untuk diproses oleh superkomputer.
Gurun
Chili dipilih karena merupakan salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana
masih mungkin untuk menemukan lokasi yang tinggi, kering, dan tidak terpengaruh
oleh polusi dari cahaya buatan. Kekeringan ini sangat penting karena kelembaban
di udara bisa menyerap gelombang radio yang dicoba untuk ditangkap.
Termahal
Teleskop
raksasa ini merupakan hasil kolaborasi dari negara-negara di Eropa, Asia Timur,
dan Amerika Utara, yang menyumbang sebesar £950 juta, setara Rp13,771 triliun,
sedangkan Inggris menyumbang £65.000, setara Rp941 juta.
Cara
Kerja
Dengan
mengumpulkan gelombang radio bukannya cahaya optik, ALMA dapat melihat melalui
awan debu padat dari kedalaman ruang angkasa. Ini akan memberikan para astronom
sekilas galaksi setelah dentuman besar (Big Bang). Dari sini juga dapat melihat
bagaimana individu bintang dan planet terbentuk.
Hal
ini juga akan memberitahu kita lebih banyak tentang dari mana kehidupan berasal
dengan mencari jejak senyawa dari air hingga bahan kimia yang sama yang ada
pada DNA. "Dikatakan kita semua terbuat dari debu," kata Brian
Ellison, dari Science and Technology Facilities Council.




