- Back to Home »
- Teori - teori Pembentukan Tata Surya
Posted by : Unknown
Selasa, 17 November 2015
TEORI-TEORI
PEMBENTUKAN TATA SURYA
Kecerdasan yang
diberikan oleh TUHAN kepada manusia memang sangat mengesankan, sehingga
beberapa manusia cerdas yang turut andil dalam perkembangan ilmu pengetahuan
dapat merumuskan sebuah pola di masa lalu dengan fakta-fakta yang ada pada masa
sekarang.
salah satunya adalah
munculnya teori – teori pembentukan tata surya yang dilahirkan oleh beberapa
ilmuwan yang kemudian berkembang menjadi sebuah pemahaman dasar pada sejarah
tata surya di masa silam. apa saja teori teori pembentukan jagad raya tersebut?
silahkan simak di bawah ini :
1. Teori Proto Planet (Awan Debu)
[Carl Von Weizsaecker, G.P. Kuiper & Subrahmanyan Chandarasekhar]
Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan
debu. Alam semesta saat ini juga terdapat gumpalan awan dan debu yang
bertebaran di angkasa. Selama kurang lebih 5.000 juta tahun yang lalu, salah
satu awan gas tersebut mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan tersebut
partikel-partikel debu tertarik ke pusat awan dan membentuk gumpalan bola dan
mulai berpilin.
Selanjutnya gumpalan bola gas tersebut memipih berbentuk
cakram. Partikel-pertikel di bagian tengah cakaram kemudian saling menekan
sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar (matahari). Bagian yang lebih luar
berputar sangat cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan-gumpalan kecil.
Gumpalan kecil ini berpilin juga dan mengalami pembekuan dan menjadi planet
serta satelit.
2. Teori Pasang Surut
[Jeans-Jeffrey,1917]
Sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek,
dapat menyebabkan pengerjaan pasang surut pada tubuh matahari pada massa
matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Gaya tarikan ini membentuk lidah
gas panas. Dalam lidah yang panas ini akan terjadi pengrapatan gas-gas dan
akhirnya kolom-kolom ini akan pecah lalu bercerai menjadi benda-benda
tersendiri yang merupakan planet-planet. Teori ini dikemukakan oleh Jeans dan
Jeffreys.
3. Teori Planetisimal [Moulton
dan Chamberlain]
Pada
mulanya telah terdapat “matahari asal”. Pada suatu ketika matahari asal ini
didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada
bagian matahari. Oleh tenaga penarikan pada matahari asal tadi, maka terjadilah
peledakan-peledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer
matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat dan
disebut planetesimal. Benda padat yang disebut planetesimal ini dalam
perkembangan selanjutnya menjadi planet-planet yang salah satunya adalah bumi
kita. Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton.
4. Teori Kabut (nebula) [Kant-Lapplace, 1755]
Di jagat raya telah terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi
kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas hingga membentuk kumpulan kabut
yang sangat besar ini berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang
kencang ini, menyebabkan materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan
memadat (karena pendinginan). Fragmen yang terlempar inilah yang kemudian
menjadi planet-planet dalam tata surya. Bagian inti kabut tetap berbentuk
gas pijar yang kita lihat sebagai matahari sekarang ini.
5. Teori Bintang Kembar
[Hoyle, 1956]
Teori ini dikemukakan oleh RA Lyttleton pada tahun 1956. Teori
ini diberi nama teori bintang kembar karna Lyttleton beranggapan bahwa tata
surya ( matahari dan planet ) terbentuk dari dua buah bintang, yang kemudian
salah satunya hancur dan membentuk panet dan yang lainnya menjadi bintang (
matahari ) adapun alasan dari pendapat ini karna setelah penelitian terhadap
tata surya lain ternya ada tata surya yang memiliki bintang kembar, oleh karna
itulah Lyttleton beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses
meladaknya bintang kembar. Adapun raian dari teori tersebut adalah sebagai
berikut :
Pada awalnya di tata surya kita ada dua buah bintang kembar
yaitu matahari dan kembarannya. Entah karma sebab apa kemudian lama kelamaan
kembaran dari matahari tersebut mengalami ledakan ledakan kecil hinga pada
suatu ketika kemudian kembaran dari maahari tersebut benar – bena meledak
menjadi serpihan – serpihan kecil dan debu – debu. Serpihan dan debu tersebut
kemudian terperangkap oleh gaya grafitasi matahari, namun tidak tersedot masuk.
Kemudian debu – debu yang terbentuk nberkumpul dan mempilin sehingga membentuk
planet dan serpihan – serpihan batuan membentuk jalur asteroid yang
memisahkan planet dalam dan luar.
6. Teori
Ledakan Dahsyat [The Big Bang]
Teori
ini menyatakan bahwa adanya suatu massa yang sangat besar dan mempunyai berat
jenis yang besar pula. Karena ada reaksi inti, maka massa tersebut meledak
dengan hebatnya (big bang). Bagian yang berserakan dengan cepat menjauhi pusat
ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, bagian-bagian yang berserakan tersebut
membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang lebih rendah.
Kelompok-kelompok tersbut yang menjadi galaksi sekarang ini.









