- Back to Home »
- 6 Alasan mars tidak bisa dihuni manusia
Posted by : Unknown
Jumat, 20 November 2015
Lupakan soal air, ini 6 alasan planet Mars tak bisa dihuni manusia
Badan
Antariksa Amerika, NASA, boleh mengatakan bila mereka telah menemukan bukti
keberadaan air di planet Mars. Sayangnya, hal itu tidak lantas bisa membuat
manusia hidup di dalamnya, seperti yang digambarkan oleh film 'The Martian'.
Bahkan,
film 'The Martian' mendapat kritik karena menghilangkan salah satu elemen
'bahaya' penting yang membuat karakter Mark Watney (Matt Damon) bisa bebas
berkeliaran di Mars, yakni radiasi. Namun, selain radiasi masih ada beberapa
alasan lain yang membuat hidup di Mars nyaris mustahil bagi umat manusia.
Berikut ulasannya.
1.Suhu
super dingin
Jangan kaget saat
mendengar air di Mars kebanyakan telah berubah menjadi es, karena memang suhu
rata-rata di Mars sama dengan Antartika, atau yang kerap disebut benua es di
Bumi.
Di
malam hari, suhu permukaan Mars bisa mencapai minus 70-100 derajat Celsius.
Saking dinginnya, gas karbondioksida di planet ini bisa membeku di malam hari!
Di
siang hari, suhu maksimal pun hanya sedikit di atas 0 derajat Celsius. Oleh
karena itu, banyak ilmuwan mengatakan bila manusia tidak akan mampu bertahan di
Mars tanpa bantuan teknologi.
2. Hampa
udara
Bagi ilmuwan, Mars
tak ubahnya ruang hampa udara raksasa. Ya, meskipun mempunyai atmosfer,
kondisinya sangat tipis, membuat berdiri di Mars seperti berdiri di ruang
angkasa atau bulan.
Tipisnya
atmosfer juga membuat tekanan udara di Mars sangat rendah. Cukup mengerikan,
karena hal ini membuat air ludah dan cairan yang melindungi paru-paru akan
langsung menguap.
Sehingga,
untuk bertahan hidup, manusia harus terus memakai baju astronot. Dan satu saja
lubang kecil tanda kebocoran di baju itu, manusia di dalamnya bisa mati.
3. Badai
debu seminggu
Musim panas di Mars
tidak berlangsung tiap tahun seperti di Bumi, tetapi hanya sekali dalam dua
tahun. Tetapi, musim panas yang jarang itu bisa memanaskan permukaan Mars dan
menerbangkan debu-debu di atasnya.
Akibatnya,
tiap dua tahun sekali Mars dihantam badai debu yang ganas. Saking tebalnya,
badai debu itu membuat sinar matahari yang bisa menyentuh daratan Mars hanya 1
persen!
Parahnya,
badai itu bisa berlangsung selama 1 minggu dan membuat kegelapan total.
Alhasil, tanaman hingga alat-alat manusia yang menggunakan tenaga matahari
tidak bisa hidup selama masa itu.
4.Tanah
Mars beracun
Menurut NASA, tanah
di Mars mengandung garam bernama perklorat. Kabar buruknya, perklorat di Mars
memiliki konsentrasi tinggi dan dianggap sangat berbahaya bagi manusia.
Di
Bumi, perklorat dipakai sebagai bahan baku bahan bakar roket. Di sisi lain,
perklorat terdaftar sebagai zat yang mencemar lingkungan. Kontak jangka panjang
terhadap perklorat membuat fungsi kelenjar tiroid terganggu.
NASA
pun mengaku bila tanah di Mars tidak bisa asal ditanami tumbuhan. Bahkan, hanya
dengan menyentuh tanah di Mars bisa membuat manusia keracunan.
5.Radiasi
mematikan
Berdasarkan pantauan
kendaran peneliti NASA di Mars, Curiosity, tingkat radiasi TERENDAH yang
diterima astronot saat melakukan perjalanan Bumi-Mars bisa mencapai 0,66
sievert. Ini sama halnya dengan menerima radiasi saat masuk mesin CT scan
selama 24 jam dalam 6 hari penuh!
Perlu
diketahui, 1 sievert radiasi sama dengan meningkatnya resiko mengalami kanker
mematikan hingga 5,5 persen.
Selain
itu, atmosfer Mars yang tipis dan tidak adanya lapisan magnetik pelindung
membuat radiasi hingga sinar UV bisa masuk dengan mudah ke daratan Mars.
Imbasnya, berdiam diri di Mars bisa membuat Anda terkena kanker kulit dalam
waktu singkat.
6. Gravitasi
rendah
Hidup dalam waktu
jangka panjang di Mars pun tidak disarankan, alasannya berawal dari gravitasi
yang lemah. Gravitasi di Mars hanya sekitar 40 persen gravitasi Bumi.
Nah,
belajar dari misi luar angkasa di stasiun luar angkasa (ISS), NASA tahu bila
jika manusia terlalu lama di lingkungan minim gravitasi bakal berakibat buruk
bagi tubuh. Misalnya, berkurangnya kepadatan tulang, pengecilan otot, hingga
berkurangnya darah.
Seorang
astonot mungkin bisa sembuh dari pengecilan otot atau kehilangan darah, namun
tidak untuk hilangnya massa tulang. Bahkan, dalam misi luar angkasa panjang,
seorang astronot bisa kehilangan 20 persen massa tulangnya akibat minim gaya
gravitasi.
Bagaimana,
apakah Anda masih ingin mencoba hidup di Mars?







