Posted by : Unknown Kamis, 19 November 2015

Di Pluto Ditemukan Juga Air Es Warna Merah


Pesawat robotik nirawak New Horizons belum selesai bercerita tentang Pluto. Selain mengungkap bahwa langit planet kerdil ini sebagian berwarna biru, ditemukan juga es di sana warna merah.

New Horizons beberapa waktu lalu sengaja mengeksplorasi Pluto dari sisi yang berlawanan dengan Matahari. Jika kita berdiri seperti biasa di permukaan Pluto, langit kemungkinan terlihat warna abu-abu kemerahan.

Mengutip Popular Science, nyatanya sebagian angkasa Pluto ketika Matahari terbit dan terbenam memiliki warna biru karena ada komposisi atmosfer Pluto yang menyebarkan cahaya biru. Ini cukup mengejutkan para peneliti.
"Warna biru yang menakjubkan itu mengungkap soal ukuran dan komposisi partikel kabut atmosfer," tulis salah satu peneliti tim New Horizons, Carly Howett dalam keterangan pers.

Ia melanjutkan, "langit biru Pluto adalah hasil dari penyebaran cahaya Matahari oleh partikel yang sangat kecil. Di Bumi, partikel tersebut adalah molekul nitrogen yang sangat kecil. Kebetulan partikelnya lebih besar di Pluto, kami menyebutnya tholin."

Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, tholin menurut para peneliti, terbentuk dari sinar Matahari yang menabrak gas metana dan nitrogen di atmosfer Pluto, sehingga memberi daya reaksi kimia yang kemudian menciptakan senyawa kompleks -- yakni tholin.

Tholin sebelumnya menjadi penjelasan para peneliti mengenai alasan mengapa Pluto berwarna merah kecokelatan.

Tak hanya itu, New Horizons juga mengungkap sebagian air es membentang di permukaan Pluto yang terbuat dari nitrogen dan metana.

Air es tersebut nyatanya berwarna merah.

"Saya terkejut mengetahui air es itu sangat merah," ucap salah satu anggota peneliti New Horizons, Silvia Protopapa.

Protopapa menjelaskan, tim New Horizons sampai saat ini belum bisa mengetahui lebih lanjut korelasi antara air es dan zat pewarna tholin di permukaan Pluto. 


Ilmuwan Bingung, Permukaan Pluto Terlalu Kompleks

Foto permukaan Pluto. (Dok. NASA)
Permukaan Pluto ternyata jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan sebelumnya. Hal itu terungkap dari foto-foto yang dikirimkan oleh pesawat nirawak New Horizons.

Dilansir dari situs resmi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), di permukaan Pluto ternyata penuh dengan bukit pasir yang sangat luas. Tak hanya itu, di Pluto ternyata ada aliran es bermuatan nitrogen yang besar. Juga terdapat lembah-lembah. 
Kompleksitas Pluto telah membingungkan para peneliti. Menurut mereka, kompleksitas tak seharusnya ada di permukaan Pluto mengingat atmosfernya sangat tipis.

"Pluto menunjukan keragaman bentuk lahan dan kompleksitas yang menyaingi segala hal yang pernah kami saksikan di sistem tata surya ini," ujar pimpinan investigasi New Horizons, Alan Stern, pada akhir pekan lalu.

Ia melanjutkan, “Seperti ada seniman yang melukisnya sebelum kita melintasinya. Tapi ternyata memang seperti itu kenyataannya."

Para peneliti pun mencoba untuk memecahkan misteri tentang materi yang ada di permukaan Pluto tersebut. "Melihat ada bukit pasir di Pluto, dan apabila itu memang betul bukit pasir, maka tentu sangat gila karena atmosfer planet ini sangat tipis," kata William B. McKinnon, salah satu peneliti dari tim New Horizons Geology, Geophysics and Imaging.

Menurutnya, masih perlu dipelajari lagi mengenai keadaan atmosfer Pluto yang mungkin saja tebal di masa lampau. Ia juga mengatakan, itu tandanya ada beberapa proses pembentukan lain yang juga belum terungkap.

New Horizons yang ukurannya seperti piano ini dilaporkan NASA masih dalam keadaan sehat tanpa kendali, dan seluruh sistemnya beroperasi secara normal. Saat ini ia diperkirakan sedang berada di jarak sekitar 69 juta kilometer dari Pluto dan 5 miliar kilometer dari Bumi


NASA Ungkap Foto Satelit Alami Planet Pluto


Nix, salah satu dari empat satelit alami planet Pluto. (NASA/JHUAPL/SwRI/Emily Lakdawalla/CC BY-NC-SA 3.0)
Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, merilis gambar satelit alami Pluto, yaitu Nix. Foto itu diambil oleh pesawat antariksa New Horizons yang melintasi Pluto pada 14 Juli 2015.

Sampai hari ini foto yang menggambarkan Nix masih terlihat kabur. Dari foto itu, NASA memperkirakan bahwa Nix memiliki panjang 41,8 km dan lebar 35,4 km berbentuk agak lonjong.
Dari foto ini juga terungkap permukaannya yang kasar dan tampaknya ada kawah besar pada permukaannya.

Nix pertama kali ditemukan pada 2005 melalui gambar yang diambil oleh Hubble Space Telescope.

Ia merupakan salah satu dari empat bulan yang mengorbit di sekitar planet Pluto. Bulan terbesarnya adalah Charon.

Menurut sebuah penelitian, semua bulan Pluto itu mengalami goyangan tidak teratur di sekitar sistem planet di orbit yang kacau, tak seperti Bulan yang mengitari Bumi. 


Terekam NASA, Pluto Pancarkan Cahaya Biru

Pluto menampakan cahaya biru (Dok.NASA)
Misi New Horizons untuk menjelajah Pluto melalui gambar-gambar terbaiknya masih terus berlangsung. Dari foto yang dikirimkan baru-baru ini ke Badan Antariksa Amerika atau NASA ada cahaya berpendar biru di planet tersebut.

Cahaya biru tersebut sebetulnya datang dari kabut tipis yang melepaskan warna-warna. "Siapa yang menduga dari langit biru di Sabuk Kuiper ini. Ini cantik." kata Alam Sterm, peneliti utama New Horizons, yang dikutip dari CNN Indonesia, Senin (12/10/2015).

Sebetulnya kabut partikel ini cenderung abu-abu atau merah, tapi cara mereka menembakkan cahaya biru telah mendapatkan perhatian dari tim sains New Horizons.

"Warna biru ini begitu mencolok dari sisi ukuran dan kompososi partikel kabut," kata peneliti lainnya, Carly Howett. "Di Bumi, partikel-partikel (berwarna biru) yang biasa dilihat di langit tersebut adalah molekul nitrogen yang sangat kecil."

Dia menduga." Pada Pluto tampaknya partikel tersebut tampak lebih besar. Partikel seperti ini biasa disebut dengan tholin."

Para ilmuwan percaya partikel tholin membentuk di atmosfer, di mana sinar ultraviolet mengionisasi molekul nitrogen dan metana sehingga memungkinkan mereka untuk bereaksi dengan satu sama lain untuk membentuk ion negatif dan bermuatan positif.

Ketika mereka bergabung kembali, mereka membentuk makromolekul yang sangat kompleks, proses pertama ditemukan terjadi di bagian atas atmosfer dari bulan Saturnus, Titan.

Molekul-molekul yang lebih kompleks terus menggabungkan dan tumbuh sampai mereka menjadi partikel kecil; gas yang mudah menguap dan mengembun serta melapisi permukaan mereka dengan es beku sebelum mereka punya waktu untuk jatuh melalui permukaan atmosfer, di mana mereka menambah warna merah Pluto.

Cahaya biru ini masih akan terus diteliti oleh para peneliti tersebut di misi New Horizons.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Astronomy World - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -